Masjid Nabawi & Adab - Adab Menziarahinya

Masjid Nabawi & Adab - Adab Menziarahinya


Assalamualaikum dan salam jumaat semua nya
Sedikit tazkirah dan ilmu yang kaknoor copy dari blog almanhaj.or.id
Kalau ada kesilapan dan kesalahan di mana-mana mohon di maafi ya
Kerana sesungguhnya yang baik itu dari ALLAH 
Dan yang buruk itu dari kesilapan kaknoor sendiri.



Keutamaan Masjid Nabawi Dan Shalat Di Dalamnya
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia menyatakan bahwa hadits ini bersambung kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: مَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِي هَذَا، وَمَسْجِدِ اْلأَقْصَى.
“Tidak boleh mengadakan perjalanan kecuali ke tiga masjid; Masjidil Haram, masjidku ini, dan Masjidil Aqsa.” [3]
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هٰذَا، خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِي غَيْرِهِ مِنَ الْمَسَاجِدِ، إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ.
“Shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu kali shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram.’” [4]
Dari ‘Abdullah bin Zaid bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ.
“Di antara rumahku dan mimbarku terdapat taman dari taman-taman Surga.” [5]
Adab-Adab Mengunjungi Masjid Nabawi Yang Mulia Dan Kuburan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Mulia
Keutamaan yang khusus dimiliki oleh Masjid Nabawi yang mulia, Masjidil Haram dan Masjid Aqsha adalah kemuliaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk tiga masjid ini dan kelebihan shalat di dalamnya daripada shalat di tempat lain. Barangsiapa yang datang mengunjungi Masjid Nabawi hendaknya datang untuk mendapatkan pahala dan memenuhi panggilan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menganjurkan untuk mengunjungi dan menziarahi Masjid Nabawi.
Tidak ada adab-adab yang dikhususkan untuk tiga masjid ini dari masjid-masjid yang lain, kecuali kerancuan yang bisa saja terjadi pada sebagian manusia, akhirnya mereka menetapkan adab-adab khusus untuk Masjid Nabawi. Kerancuan ini tidak akan pernah terjadi seandainya kubur Rasulullah yang mulia tidak di dalam masjid.
Agar urusan ini menjadi jelas bagi kaum muslimin apabila ia datang ke Madinah dan ingin mengunjungi Masjid Nabawi, kami akan membawakan adab-adab menziarahi masjid ini:
1. Apabila ia masuk hendaknya ia masuk dengan kaki kanan kemudian membaca:
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ، اَللّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ.
“Ya Allah, semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Muhammad. Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku,” [6]
Atau membaca:
أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ.
“Aku berlindung kepada Allah Yang Mahaagung, dengan wajah-Nya Yang Mahamulia dan kekuasaan-Nya yang abadi, dari syaitan yang terkutuk.” [7]
2. Shalat Tahiyatul Masjid dua raka’at sebelum duduk.
3. Hendaknya menghindari shalat ke arah kuburan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia dan menghadap ke kuburan tersebut ketika berdo’a.
4. Kemudian menuju kuburan Nabi yang mulia untuk memberi salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Hendaknya ia menghindari meletakkan tangan di atas dada, menganggukkan (menundukkan) kepala, merendahkan diri yang tidak pantas dilakukan kecuali kepada Allah saja dan beristigatsah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hendaknya ia memberi salam kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kalimat dan lafazh yang ia pakai untuk memberi salam kepada orang yang dikuburkan di Baqi’. Ada beberapa bacaan yang shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya:
اَلسَّلاَمُ عَلَىٰ أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ، بِكُمْ لَلاَحِقُونَ.
“Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penduduk kampung (barzakh) dari orang-orang mukmin dan muslim. Semoga Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir di antara kita. Sesungguhnya kami -insya Allah- akan menyusul kalian.” [8]
Kemudian memberi salam kepada dua Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ; Abu Bakar dan ‘Umar dengan salam yang sama.
5. Bukan adab yang baik mengangkat suara di masjid atau di dekat kubur Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Hendaknya ia bersuara dengan suara yang rendah, karena sopan santun terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah wafat sama dengan sopan santun ketika beliau hidup.
6. Hendaknya ia selalu menjaga shalat berjama’ah di shaf yang pertama, karena keutamaannya yang banyak dan pahalanya yang besar.
7. Hendaknya semangat untuk shalat di Raudhah tidak membuatnya terlambat mendapatkan shaf pertama. Tidak ada keutamaan yang membedakan antara shalat di Raudhah dengan shalat di seluruh bagian masjid.
8. Tidak termasuk Sunnah, menjaga (melaksanakan) shalat empat puluh raka’at (shalat arba’in) berturut-turut di masjid Nabawi dengan dasar hadits yang masyhur diucapkan orang dari mulut ke mulut:
مَنْ صَلَّى فِي مَسْجِدِي أَرْبَعِيْنَ صَلاَةً لاَ يَفُوْتُهُ صَلاَةٌ، كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ، وَنَجَا مِنَ الْعَذَابِ، وَبَرِىءَ مِنَ النِّفَاقِ.
“Barangsiapa yang shalat di masjidku empat puluh shalat, ia tidak pernah ketinggalan satu shalat pun, maka ia akan dicatat jauh dari api Neraka, selamat dari adzab dan jauh dari kemunafikan.” [9]
Hadits ini dha’if, tidak shahih!!
9. Tidak disyari’atkan memperbanyak kunjungan ke makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun salam akan disampaikan kepada beliau dimanapun orang yang menyalami itu berada. Walaupun ia berada di ujung dunia, ia dan orang yang di depan kuburan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sama-sama mendapat pahala memberi salam dan shalawat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
10. Jika ia keluar dari masjid, tidak perlu berjalan mundur, hendaknya ia keluar dengan kaki kiri dan membaca:
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ، اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ.
“Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu berupa karunia-Mu” [10]




Ini semua nya gambar DISEMBER 2015 tahun lepas, dah setahun berlalu macam baru je berkunjung kesana, semoga ALLAH murahkan rezeki untuk kesana lagi dan lagi..



Masjid Nabawi Madinah ni memang tak pernah putus dengan jemaah yang datang bersolat setiap waktu memang penuh sampai ke luar masjid ni, ALHAMDULILLAH kaknoor sentiasa datang awal untuk dapatkan tempat didalam masjid, kalau lambat alamat kena solat  kat luar lah.


Bersama jiran kaknoor yang kebetulan sama flight sama hotel dan sama Malaysian dulunyaaaa dan sekarang ni keduanya dah jadi Bruneian apa nak buat jodoh pertemuan di tangan ALLAH ye dak!!
Kena redho lah..

SEMOGA ADA REZEKI DAN UMUR UNTUK BERKUNJUNG KESINI LAGI
INSYA ALLAH

23 comments:

  1. Salam Jumaat Kak Noor..terima kasih perkongsian ini kak..moga Allah luaskan pintu rezeki kita semua dan diberi izin untuk ke sana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah PC semoga Allah permudahan urusan kita semua kesana dan diluaskan rezeki yg banyak hehe

      Delete
  2. Salam Jumaat kak noor..
    Rindunya saya pada tempat ni...subhanallah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang akan selalu meridui tempt ni Fidah selama nya

      Delete
  3. SALAM JUMAAT NOOR...INSYAALLAH SAMPAI LAGI TU

    ReplyDelete
  4. Bila sebut masjid Nabawi mesti ingat Raudhah kan KakNoor
    Semakin kita baru pergi semakin rindu utk ke sana lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sngt kakzakie semakin pergi semakin tk puas mk lagi dan lagi

      Delete
  5. salam BW...
    seronok tgk orang dah jejak kaki ke madiha, mekah..
    semoga Liez dan keluarga dimurahkan rezeki utk menjejakkan kaki disana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Fey
      Mudahan kita semua akan dilapangkan rezeki kesana insya Allah

      Delete
  6. Salam Jumaat Kak Noor..Menyinggah ke sini..tQ singgah ke blog saya ;)
    Alhamdulillah, dah sampai ke sana..Husband saya & family dia pun baru menunaikan umrah pertengahan tahun, tahun ni...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah Fieza
      Bestkan kalau dpt kesana pasti akan merindui kesana lgi dan lagi

      Delete
  7. OMG! Cantiknya masjid ini. Untung Kak Noor dapat ke sana. PH suka struktur yang macam payung tu. So beautiful!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks PH
      Mmg cantik sngtttt masjid ni PH terpukau siapa yg melihatnya

      Delete
  8. terima kasih kak.. belum sampai lagi rezeki kami nak ke sini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya Allah Ita kalau dah ada rezeki nanti mesti datang sekali akan dtg berkali2

      Delete
  9. Memang teringin nak ziarah masjid nabawi dan haramain. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. setiap orang islam rasa nya pasti akan ada hajat kesini kan Mazni
      moga ALLAH makbulkan nanti insya ALLAH

      Delete
  10. Ya Allah teringin nak melawat.. Moga rezeki sampai kesini.. Amin ya Rabbal

    ReplyDelete
  11. Semua umat Islam teringin nak ke sana :) Insyallah semoga dipanjangkan umur dan dimurahkan rezeki untuk ke sana :)

    ReplyDelete
  12. Bilalah agaknya saya dapat solat dan memberi salam di depan kubur Rasulullah ni agaknya ye KN....

    ReplyDelete

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home